Lelaki yang menangis...
Setelah berjuang sebulan penuh mengejar deadline ujian skripsi. Mulai dari perbaikan proposal, penelitian, analisa data, konsul pembimbing, ujian hasil lalu perbaikan lagi, betul-betul menguras energy dan waktu. Fiuhh… idul adha ini akhirnya saya pulang kampung juga,
Walaupun sebenarnya jarak rumah dengan kampus, yah… gak jauh-jauh amat untuk ukuran mahasiswa pendatang. Memang sih dari kabupaten berbeda tapi Cuma ditempuh selama tiga puluh menit dengan memakai angkutan umum, namun disitulah masalahnya, harus tiga kali ganti angkot jadinya energy kebanyakan terkuras di angkot belum lagi sewa yang lumayan mahal, akhirnya saya memutuskan untuk indekos.
Pulang kampung kali ini pokoknya saya ingin istirahat total!! Begitu yang kutanamkan dalam-dalam. Sejenak melupakan beban kampus, sebelum akhirnya ketemu beban lebih berat di klinik . Di kampung kesempatan birrul walidain dengan bunda tercinta lebih besar, silaturahim dengan tetangga, melepas rindu dengan ponakan dan bersua dengan pohon mangga depan rumah (maksudnya makan mangga!!).
Eh… Di rumah, malah banyak kerjaan yang menunggu. Maklum Sebagai anak lelaki terakhir yang tinggal di rumah karena kakak lelaki merantau semua, artinya semua kerjaan yang sifatnya fisik akan dialamatkan ke saya. Mulai dari ngantar ibu ngajar, ngisi ulang galon, angkat beras sampai jagain api buras agar tidak padam belum lagi ponakan yang terus ngajak main, jadinya istirahat totalnya Cuma jadi angan-angan.
Lagi asik baca cerpen (waktu nungguin buras), azan maghrib berkumandang.
“Bu saya ke mesjid dulu ya” ujarku pamit
Setelah berjalan lima menit, Alhamdulillah sampai di Mesjid masih dapat sholat sunnah sampai Pak imam datang. Di mesjid kondisinya sudah berubah, catnya sudah baru, dindingnya sudah di dekorasi, atapnya sudah tidak bolong bahkan statusnya pun berubah menjadi mesjid kecamatan, Cuma satu yang kekal… jamaahnya segitu-gitu aja. Penghuni Mesjid ku sayang tidak sampai satu shaf itupun dengan jamaah yang sudah bau tanah,
“Kemana anak mudanya?” gumamku
“Oo…baru ingat, tadi saya lewati kumpulan anak muda yang nongkrong di rental PS, di pos ronda main gitar gangguin cewek lewat. Sungguh komunitas tidak produktif, kapan Indonesia bisa maju? Kapan Islam akan jaya kalau generasi mudanya kayak gini?”
Lagi asik-asik menerawang tahu-tahu Pak Imam sudah berdiri di mihrab seraya berujar
“Shaf diluruskan dan dirapatkan, lurus dan rapatnya shaf termasuk kesempurnaan shalat”
Saya kemudian mengambil baris paling pinggir lalu merapatkan shaf dengan pak tua di samping saya. Tapi anehnya… pak tua tadi menatap tajam lalu kemudian menarik kakinya.
“Kok kayak gini ya tatapan nih bapak?, salah saya apa?” sambil kembali merapatkan kaki dengan si Bapak
“JANGAN DISENTUH !!” tiba-tiba suara pak Tua meninggi
Sontak semua jamaah menoleh kearah kami
“Shafnya dirapatkan pak” ujarku kesal
“SAYA TAHU, TAPI SAYA TIDAK SUKA DISENTUH-SENTUH” ketusnya lagi
Pak imam memberi isyarat dengan dengan matanya.
“Ok saya ngalah…” masih belum ikhlas
Pak imam sudah memulai takbiratul ihram saat saya masih meng”scan” pak tua tadi.
“Bapak ini termasuk jamaah yang rajin ke mesjid, Lima waktu selalu di “Baitullah”, selalu lengkap dengan kacamata tebal, safari dan sajadahnya. Pensiunan PNS, mungkin terkena post power syndrome kali ya, makanya tidak mau menerima saran, mungkin pak tua ini harusnya tarbiyah”. Asik menggumam membangun persepsi sendiri.
Sampai berlalu rakaat pertama kemudian sayup-sayup terdengar isak tangis. Isak yang semakin lama-semakin nyaring, isak pak tua yang berdiri tepat disebelahku.
“ASTAGFIRULLAH !!” apa yang telah kulakukan
Sesaat sebelumnya saya masih asik berprasangka terhadap bapak tadi bahwa saya anak tarbiyahan, bahwa dia terkena post power syndrome ternyata saya tidak lebih baik dari dia.
Bahwa meluruskan dan merapatkan shaf adalah sebuah keutamaan, tetapi bukankah menangis dalam sholat adalah sebuah pengalaman spiritual yang luar biasa?
Hanya orang tertentu saja yang mampu meneteskan air mata ketika ayat Allah dibacakan, yang bergetar hatinya dan semakin bertambah keimanannya ketika disebut asma Allah dan bapak tua ini termasuk di dalamnya, sedangkan aku? Hanya karena rutin ke mesjid dan tertarbiyah saya sudah sombong dan membanggakan diri meskipun itu dalam hati….
“Ya Allah… ampuni hambamu yang lemah ini, terimakasih engkau telah menegurku dengan cara-Mu”
“Ya Allah… jadikanlah hamba tidak tinggi hati dan merasa lebih dibandingkan yang lain karena sesungguhnya sifat Besar hanyalah milikmu”
“Ya Allah… jadikanlah ikhlas ibadah hamba hanya untukmu dan bukan karena apa dan ingin dilihat siapa”
Ya Robbi… hamba telah menzalimi diri kami sendiri, jika engkau tidak memaafkan kami, sesungguhnya kami adalah orang yang merugi…”
Catatan pulang kampung yang berkesan
Tamalanrea, 131208
Doa Khatmil Qur'an
Ya Allah……..,
dengan Al Qur’an, Karuniakanlah kasih sayang-Mu kepada hamba.
Jadikanlah Al Qur’an sebagai iman, cahaya, hidayah dan sumber rahmat bagi hamba.
Ya Allah………,
ingatkan hamba bila ada ayat yang hamba lupa mengingatnya.
Ajarkan hamba bila ada ayat yang hamba bodoh memahaminya
Karuniakanlah kepada hamba kenikmatan membacanya sepanjang waktu
Baik tengah malam atau tengah hari
Jadikanlah Al Qur’an sebagai hujjah bagi hamba, Ya Rabbul alamin
Ya Allah……….,
karuniakan kebaikan beragama sebagai kunci kehormatan Bagi hamba
Karuniakan kebaikan dunia sebagai tempat menjalani hidup hamba
Karuniakan kebaikan akhirat sebagai tempat kembali hamba
Jadikan kehidupan hamba senantiasa lebih baik
Jadikan kematian hamba sebagai wasilah pembebas dari segala keburukan
Ya Allah…………,
jadikan umur terbaik hamba di penghujungnya
Jadikan amal terbaik hamba di penutupnya
Jadikan hari-hari terbaik hamba saat bertemu denganMu
Ya Allah………….,
Hamba memohon kepadamu permintaan terbaik, doa terbaik kesuksesan terbaik
Ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kematian terbaik.
Kuatkanlah hamba, beratkanlah timbangan kebajikan hamba
Realisasikan keimanan hamba, tinggikan derajat hamba
Terima sholat hamba Ampuni dosa-dosa hamba
Ya Allah….,
Anugerahkanlah kepada kami rasa takut yang membatasi kami berbuat maksiat kepadaMu
Anugerahkanlah kepada kami ketaatan yang akan mengantarkan kami ke surgaMu
Anugerahkanlah kepada kami keyakinan yang meringankan kami menhadapai musibahMu
Ya Allah……
Anugerahkanlah kepada kami kenikmatan penglihatan, pendengaran dan kekuatan selama kami hidup
Jadikanlah ia warisan dari kami
Jadikanlah balasan atas orang-orang yang menganiaya kami
Dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami
Jangan engakau jadikan musibah ada dalam urusan agama kami
Jangan engkau jadikan dunia menjadi cita-cita terbesar kami
Jangan engkau jadikan dunia menjadi puncak dari ilmu kami
Jangan engkau jadikan berkuasa atas kami, orang-orang yang tidak mengasihi kami
Ya Allah……
Jangan engkau tinggalkan dosa melainkan engkau ampuni
Tidak ada kegalauan melainkan engkau beri jalan keluar
Tidak ada hutang melainkan engkau penuhi
Tidak ada kebutuhan dunia dan akhirat melainkan beri, wahai Tuhan semesta alam
Ya Rabb…..
Berikan kepada kami kebaikan dunia dan akhirat
Serta jagalah kami dari api neraka
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad
Serta sahabat terpilih
Seandainya Cinta laura jd Kepala P.U
Orang bijak taat pajak
Dilarang parkir sampai rambu berikutnya
awas busway kali ya maksudnya ??
Maksudnya hati-hati jalan becek
Syekh Puji
Beberapa berita ramai menghias media elektronik akhir-akhir ini, dimulai dengan kemenangan sensasional Barack Obama, rencana eksekusi trio bom Bali dan tak kalah yang menyedot perhatian adalah berita pernikahan seorang pengusaha dengan anak 12 tahu.
Lahan bernama karebosi
Proyek itu bukannya tanpa hambatan, ada banyak pro kontra yang mewarnai pelaksanaan revitalisasi,terutama stasus karebosi sebagai lahan public, namun anjing menggonggong kafilah berlalu, pemerintah kota tak bergeming, dengan segudang alasan proses menyulap lahan persegi itu tetap di jalankan.
Alasan mendasar yang diungkapkan pak walikota bahwa karebosi di musim kemarau kering kerontang karena tak henti-hentinya dipakai oleh masyarakat tanpa ada perawatan dan dimusim hujan menjadi danau dadakan dikarenakan posisi karebosi yang sudah berada di bawah permukaan air laut.
Pak walikota mungkin tidak sadar bahwa bahwa kondisi demikian juga karena buah perbuatannya, lihat saja disekeliling karebosi. yang ada adalah jalan aspal yang meninggi dan bangun bertingkat membuat karebosi semakin tenggelam, dan secara topografi menurut pemerhati lingkungan hidup, letak karebosi memang rendah dikarenakan daerah ini menjadi lahan resapan karena di daerah sekitarnya sudah tidak ada lagi ruang terbuka.
Karebosi akan ditinggikan, didalamnya akan di beton untuk lapangan upacara serta di bawahnya akan dibangun mall serta lahan parkir. Lalu pertanyaannya, kalo demikian kemana air akan mengalir pak wali?
Seperti karma, proyek-proyek ini bermasalah dikemudian hari. Reklamasi losari menuai kontroversi dikarenakan disana sering diadakan konser music, padahal tak jauh dari sana berdiri sebuah rumah sakit yang pasiennya butuh ketenangan demi penyembuhan. Rusunawa bermasalah dengan air bersih karena areanya merupakan laut yang ditimbun. Belum lagi tower balaikota dibangun, warga sekitar mengeluh, dinding rumahnya retak-retak dan getaran hebat terasa dalam rumah ketika tiang pancang tower dijejalkan ke bumi. Dan yang paling fenomenal adalah jebolnya dinding mall bawah tanah karebosi yang tidak sanggup menahan tekanan air, karebosi agaknya tidak rela perutnya dejejali adukan semen. Agaknya bapak walikota kita perlu harus kembali mereview buku fisika SMA, terutama bab yang berbicara tentang hukum Archimedes.
Revitalisasi karebosi dibangun tanpa amdal, di bawahnya dibangun mall melengkapi pertumbuhan mall yang ada padahal pendapatan masyarakat tidak bertambah. Demi sebuah utopia kota dunia, pembangunan semrawut kota anging mammiri justru berpotensi menuai bencana.
Pulau Onrust peninggalan belanda abad 18 tidak pernah dijamah kata renovasi dikarenakan nilai histori yang berusaha dijaga pemda DKI. Tapi dengan naifnya pemerintah kota Makassar tega mengusik ketenangan karebosi demi setumpuk rupiah. Kota dunia yang diimpikan pak wali dengan kunjungan wisatawan asing justru akan menguap dikarenakan para turis tidak mencari mall, tidak mencari bangunan pencakar langit yang mereka bisa jumpai setiap hari begitu membuka mata di waktu pagi. Mereka mencari sesuatu yang tidak ada di Negara mereka, olehnya itu sangat bijaksana kalau kita mempertahankan nilai tradisi serta kearifan local.
Pelan tapi pasti Makassarku tercinta akan disesaki hutan beton. Pemandangan yang lambat laun akan kita saksikan adalah antrain panjang mobil yang istilah kerennya disebut MACET, Makassar akan menyaingi bendungan bili-bili di kala hujan karena genangan air berlebih atau yang lazim kita sebut dengan “banjir”.
Di musim kampanye pembangunan ini sangat dibanggakan dan menjadi jualan utama Pak walikota dengan teriakan “OPPOKI IASMO !!” “OPPOKI IASMO !!”. sekarang setelah revitalisasi bermasalah, hal yang harus kita adalah “MANAMOKO IASMO” !!! “ TANGGUNG JAWABKO IASMO” !!!
Change We believe
Finally Barrack Husein Obama elected as the Forty fourth presidents of US. Sukses obama mengalahkan rivalnya John Mc Cain dengan angka yang meyakinkan. Hal ini sesuai dengan prediksi banyak pengamat sebelumnya dan didukung hasil polling yang menunjukkan popularitas putra berdarah Kenya ini mengalahkan lawannya pilot America yang alumni penjara Vietnam.
Mendadak obama menjadi artis politik, seluruh dunia dirasuki demam obama. Seakan-akan seluruh dunia menginginkan dialah yang menjadi presiden amerika selanjutnya. Ada apa dengan obama?, ada apa dengannya? Mengapa dia tiba-tiba menyita perhatian publik dunia dan menjadi superstar?
Barrack Husein obama dilahirkan di Hawaii dari Ayah Husein Obama yang berdarah Kenya dan Ibu berkulit putih keturunan Amerika. Garis hidup obama pernah mewarnai bumi nusantara dikarenakan ibunya lalu menikah dengan pria Indonesia dan menetap di Jakarta. Obama kecil pun sempat mengeyam bangku sekolah dasar di Jakarta dengan panggilan Barry Soetoro. Namun Tak lama kemudian ibunya mengirim obama ke Hawaii untuk diasuh kakeknya.
Obama sukses menghipnotis dunia dengan retorika politiknya yang luar biasa, lulus magister hukum Harvard University dengan nilai summa cum laude menjadikan obama sosok yang sangat intelek. Dengan semboyan “Change We Believe In” suami Michelle ini berhasil menarik simpati para pemilih Amerika yang sudah jenuh dengan keadaan status Quo. Cerita penuh perjuangan masa kecil obama ternyata masih lebih menarik dibandingkan jualan epic Mc Cain semasa perang Vietnam.
Bahkan di negara demokratis seperti USA, seringkali warga pendatang masih mendapat perlakuan diskriminasi, namun mantan senator illinois ini muncul menjadi lambang persamaan Hak, dalam diri obama mengalir perpaduan budaya, kultur maupun agama. Bahkan negative campaign dengan isu madrasah oleh lawan politiknya, sukses di counter sangat baik melalui sebuah manuver indah dengan mengatakan pengalaman di luar negeri justeru nantinya akan menjadi dasar yang baik dalam mengambil kebijakan luar negeri dengan lebih bijaksana. Bahkan di salah satu pidatonya dia mengatakan “there’s no Black American, there’s no Asian American, there’s no Latin American but there’s only United States of America” yang kemudian disambut dengan standing Applause oleh para pendukungnya.
Memimpin negara adidaya seperti Amerika jelas memiliki efek domino terhadap percaturan dunia. Pengaruh luar biasa amerika terhadap negara lain membuat publik menaruh harapan tinggi terhadap kebijakan luar negeri yang nantinya akan diambil presiden Ke 44 USA ini. Apalagi terhadap dunia Islam, hubungan muslim-amerika dipertaruhkan dalam pemilu AS kali ini. Ada enam juta Muslim di Amerika, dan banyak orang Amerika yang bekerja dan tinggal di 56 negara berpenduduk mayoritas Muslim. Sepuluh dari seribu pelajar Muslim belajar di Amerika, dan masyarakat Amerika akan terus memainkan peran interkultural yang positif.
Koneksi antara dua dunia itu melebihi dispora, kerja ekspatriat dan pariwisata. Washington adalah sekutu Pakistan dalam perang melawan terorisme; sekutu Turki melalui NATO; pemain utama dalam konflik Arab-Israel; aktif dalam diplomasi dengan bangsa Siprus, Balkan, Malaysia, Indonesia, dan Filipina.
Walau banyak kebijakan-kebijakan Amerika terhadap negara-negara Muslim berbentuk kerjasama dan bantuan, Amerika juga terlibat dalam dua perang aktif di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim dan berkonfrontasi dengan Iran secara agresif mengenai persoalan nuklir dan hubungan dengan Hizbullah dan Hamas.
Hubungan-hubungan ini – entah dalam kepentingan umum, imigrasi atau kompetisi -- akan memainkan peranan jangka panjang dalam hubungan Muslim-AS setelah pemilihan presiden ini.
Mengenai berbagai persoalan yang berkembang dalam pertarungan presidensial ini, tiga hal yang berpengaruh secara langsung pada hubungan Amerika dengan Muslim – secara domestik maupun internasional – adalah masa depan Iraq, independensi dari minyak Timur Tengan dan resolusi bagi problem Israel-Palestina.
Tak satu pun kandidat menyampaikan sebuah rencana komprehensif untuk mengakhiri perang di Irak. Keduanya bertentangan mengenai apa yang disebut sukses. Obama fokus pada kebijakan menarik pasukan (16 bulan setelah ia terpilih), sementara McCain menekankan "kejayaan" militer, dengan penarikan pasukan sebagai faktor sekunder. Nyatanya, pemerintahan Bush telah menerima penarikan sebagain besar pasukan untuk dua tahun ke depan, karena pemerintahan Irak kini merasa lebih aman dan menuntut penarikan segera pasukan AS sebelum terlambat.
Berlebihankah obama-mania yang sedang melanda dunia ini? Jangan sampai kita terutama penduduk muslim terlalu keGRan, hanya karena dalam diri the next president mengalir darah muslim. Toh obama juga masih terlalu kecil kala itu untuk mengingat bagaimana perilaku ayahnya, dan bahkan dia juga tidak terlalu akrab dengan ayahnya. Pengaruh Zionis Yahudi di Gedung putih yang sangat menggurita akan sulit dibendung obama, Presiden boleh berganti, kebijakan bisa tetap sama. Begitulah setidaknya pendapat banyak orang terhadap rencana pergantian presiden Amerika. Sebuah jajak pendapat tentang hubungan presiden Amerika dengan Israel baru-baru ini dimuat di Koran New York Times. Apalagi obama pernah berjanji teguh mendukung Israel dalam lawatannya ke Yerusalem sebelum bertemu para pemimpin Palestina di Tepi Barat. Juga yang tak kalah pentingnya Obama mendukung perang melawan Afghanistan
Namun setidaknya pernyataan menolak perang Irak jauh lebih baik jika dibandingkan komentar “sang mantan ratu kecantikan” Sarah Palin yang menyatakan perang Irak adalah “Order of God” atau Mc Cain yang terkadang menyakiti muslim dengan sebutan “Islam Radical”. Apapun itu, yang jelasnya terpilihnya Obama menimbulkan pertanyaan besar di belahan bumi bagian barat. Melihat obama yang dalam dirinya mengalir darah muslim afrika membuat Koran Barat membuat headline dengan judul “Mungkinkah suatu saat Belanda dipimpin oleh seseorang yang berdarah Indonesia?, mungkinkah suatu saat Perancis dipimpin oleh presiden berdarah Aljazair? Dan mungkinkah suatu saat Jerman dipimpin oleh kanselir berdarah Turki??. Bukan hal yang tidak mungkin mengingat pertumbuhan Islam yang luar biasa di Eropa, bahkan Amerika sendiri menjuluki eropa dengan sebutan Eurobia. Mudah-mudahan terpilihnya Obama bisa mengurangi tekanan diskriminasi yang diterima Umat muslim. Atau bahkan menjadi gerbang pembumian hadist rasulullah tentang penaklukan romawi jilid II. Setelah 700 tahun Romawi timur telah sukses dibebaskan oleh Thariq bin Ziyad, jika melihat kurun waktunya sudah saatnya pula romawi barat dibebaskan. Wallahu ta’ala a’lam
Sahur on the road
“Terima kasih nak” demikian ucap tulus Imam Mesjid Nurul Iman. Saat mengantar kami pulang.
Kutatap sorot mata Tua yang bijaksana itu, sarat makna. Ada hal besar yang sebenarnya ingin beliau ucapkan, hal yang tidak terwakili hanya dengan seuntai kata terima kasih.
“Terima kasih sudah singgah di dusun kami” ucapnya lagi, membuyarkan lamunanku
“Sama-sama pak” ujarku reflex
“Pamit dulu pak, Assalamu alaikum” ujarku lagi
Sore tadi di rumah Ketua RT, setelah memperkenalkan diri. Kemudian kami menyampaikan maksud kedatangan tersebut. “Insya Allah sahur sebentar mauka’ sahur bareng bersama warga sini pak. Sekarang mohon izin memangka’ sama kita’ selaku pemerintah setempat untuk kelancaran kegiatan kami” “Sahur? Kenapa bukan buka puasa?” Tanya Pak RT dengan mengernyitkan dahi. “Kalo buka puasa banyakmi yang adakan, mauki’ sesuatu yang beda. Begitu memang mahasiswa Pak” jawabku dengan sedikit berdiplomasi. “O.., jadi jam berapaki’ mau datang” “Kira-kira jam tiga pak, Insya Allah”
Sahur on the road merupakan program nasional beastudi Etos, di Makassar sendiri mungkin lebih tepat kalo dikatakan sahur on the spot. Banyak elemen kampus menyelenggarakan kegiatan serupa dengan membagikan makanan di sepanjang jalan protokol kepada pengemis ataupun tukang ojek dan daeng becak. Olehnya itu untuk membedakan dengan mereka, kami lebih mengkonsentrasikan kegiatan sahur di kantong-kantong kemiskinan, tentunya dengan menggandeng donator lokal.
Kriiiiiiiiiiiing, bunyi jam wekerku panjang membelah kesunyian malam. Dengan malas kuraih sumber berisik tadi. Sejenak kucoba mengumpulkan serpihan kesadaranku lalu kutatap jam tadi. Jarum pendek berhenti dipertengahan angka dua dan tiga.
“HAH.., KURANG LIMA BELAS JAM TIGA !! ujarku setengah berteriak.
Dengan setengah limbung kusambar handuk lalu bergegas menuju kamar mandi, sekedar cuci muka, mengeksitasi kembali sarafku yang belum lama istirahat.
“Belumpi bangun kayaknya anak-anak ini” gumamku
“Woii… bangunmako semua, mauki’ pergi sahur on the road, jam tigami !!” dengan sedikit kasar kugedor jajaran pintu kamar etoser.
“Mana Ancu??” tanyaku
“Udah pergi kak, jemput makanan di warung dari tadi” jawab Fahmi, ternyata sudah bangun duluan
‘Trus manami tranportasinya?”
“Ini lagi disuruh nungguin, kak Didik yang stand by di depan” jawabnya lagi. Fahmi, urang bogor nu nyasar kuliah ka Makassar. Sudah setahun tapi logat sundanya belum berubah, terkadang jadi bahan olokan anak asrama.
Jam tiga Pas, semuanya sudah berkumpul. (Tumben cepat,tidak biasanya mereka kayak gini)
“Pagi ini kita akan sahur on the road di dua tempat, pertama di Kelurahan Cambayya, bekas lokasi kebakaran dan dusun Keyra-keyra samping UNHAS, jadi kalian akan dibagi menjadi dua tim. Sampai disana yang harus kalian lakukan adalah perkenalkan diri kalian, berbaur dengan masyarakat dan sedapatkan mungkin dapatkan gambaran tentang kondisi mereka. JELAS!!” Tegasku saat memberi briefing
Jam 3.15, cobaan pertama datang. Belum ada tanda tim konsumsi dan transportasi datang.
“Gimana nih??” gumamku. Rasa perih di lambungku menunjukkan psikosomatis, pertanda cemas ringan mulai melanda
Kuambil HP di kantongku, sejurus kemudian
“Halo.. Ancu, manami mobilnya?? Tanyaku
“Kak Anwar yang uruski” terdengar dari HP seberang
“Kenapa belumpi paeng datang??” tanyaku lagi
“Sudahmi saya hubungi kak, tungguimaki' bedeng” jawabnya membela diri
Jam 3.30 mobil pertama dan hanya itu yang datang
“Karena lokasinya jauh, tim Cambayya berangkat sekarang, tim dua tunggu mobil selanjutnya” ujarku
Sepuluh menit berlalu belum ada tanda mobil yang dijanjikan “Jalan kaki maki’ saja kak” usul Warka tiba-riba “Jauhki itu kaue tempatnya, nantika imsakmi??” jawabku “Masih mendingan itu kak, daripada menungguki’ tanpa kepastian” ucapnya lagi Benar juga, pikirku “OK kita berangkat”
Masya Allah semangat adek-adek hari itu, dengan bermodalkan semangat, berpacu dengan waktu, membawa makanan sahur ke tempat tujuan. Melewati rumput gajah setinggi dua meter dan tanpa penerangan jalan, bukti betapa terisolasinya tempat itu.
Sepanjang jalan kami berdo’a “Ya Allah, Demi niat suci ini berikanlah kekuatan-Mu agar kami bisa tepat waktu.”
3.55 kami tiba dilokasi. Lumayan cepat waktu tempuh kami, mengingat jarak yang ditempuh + 2.5 kilometer. Di batas desa Rupanya Pak RT dan beberapa tokoh masyarakat sudah menantikan kedatangan kami.
“Maaf pak kami terlambat” “Tidak apa-apa dek, mari ke mesjid, Pak Imam sudah ada disana” kata pak RT seraya mengantar kami ke mesjid. Salah seorang remaja mesjid lewat mirofon mengumumkan kedatangan kami. “Cukup ji ini kah?” bisikku lirih ke salah seorang etoser. Mengingat persiapan kami hanya untuk 100 orang. “Ndak tau’mi kak, mudah-mudahan” jawab Pastari Subhanallah, antusiasme warga yang sudah menjejali mesjid menyambut kedatangan kami.
Dusun Keyra-keyra adalah bukti kesenjangan pembangunan. Kawasan miskin pinggiran kota. Hampir seluruh warganya adalah “korban” pembebasan lahan UNHAS. Terasing, disamping tumpukan bangunan beton universitas yang katanya terbesar di Indonesia bagian timur itu.
Saat disana, kita tidak akan berkhayal bahwa kita sedang di Kota Pisa Italia, menyaksikan bangunan miring, rumah panggung dari kayu dan bambu beratapkan rumbia, masih jadi menu wajib perkampungan itu. Dikelilingi rawa membuat air disana berwarna dan berbau, singkatnya tidak layak konsumsi, hanya mendapat subsidi air bersih dari PDAM dua kali seminggu. Ditambah debu tanah gersang semakin menambah kesan kedhuafaan dusun tersebut. Miris, Kontras, bersanding dengan UNHAS yang berdiri angkuh.
Ya Allah, hari ini kami belajar mensyukuri nikmat yang Engkau beri
Ya Allah, rahmatilah niat baik para muzakki yang berusaha mengeluarkan umat ini dari kebodohan dan ketertinggalan
Ya Allah, kami memohon padamu akan indahnya silaturahmi. Engkau berikan saudara untuk berbagi dan kami doakan dari jauh.
Kami banyak meminta kepadamu Ya Allah
Engkau tidak mengabulkan permohonan kami, namun selalu memenuhi kebutuhan kami
Mahasuci Engkau Ya Allah, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia.
Sehabis subuh, saat jelas antara benang putih dari benang hitam, kami mohon diri. Ada seberkas kebahagiaan melihat senyum tulus dan terima kasih warga. Dalam perjalanan pulang salah seorang etoser nyeletuk
“Seru juga kak di’, jalan-jalanta’ hari ini”
“Iya, masih mending daripada tidur pagi ko semua” sahutku yang disambut derai tawa adik-adik
Sang etoser tadi hanya bisa tersipu malu.
Tamalanrea, 26 Ramadhan 1428 H

.jpg)



