PR nyasar
Dua hari tidak online karena istirahat habis begadang semalaman suntuk kerja tugas, eh pas masuk blog ada pesan aneh
“Ass. Anak gagah, ada tugas bwt antum d blogku. Buruan tuntaskan. kalo tidak, BUG!!!” bang Irwan. Waduh PR apaan nih? Serius amat K’Irwan ngomong. Kalo anak gagahnya sih ngerti tapi PR nya mesti analisa dulu ;p.
Mulanya mau nanya, tapi lihat fitri dibilangin “telmi” jadinya gak jadi. Setelah celingak-celinguk ke YoungMoslem dan cici_silent, aha.. saya ngerti maksudnya. Lumayan juga buat nambah postingan karena akhir-akhir ini sibuk bangets... ada sih ide namun belum dibumikan .
Selanjutnya saya wariskan kehormatan untuk mengemban tugas ini kepada kenalan terbaikku.. dan nminasinya adalah
1. Nono
2. Ade
3. Nurul
4. Angriana
5. K' Aya
6. Inna
7. Indra
RULE:
The rules are simple. Use google image to search the answers to the quetions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people
and finally here we go.... tedee..t... drum please...
AGE OF NEXT BIRTHDAY
25… ya 25. Di usia seperempat abad ini ana jadi berpikir “apa yang telah kuperbuat?, karya apa yang telah kupersembahkan? Bukankah kurang lebih di usia ini Muhammad Al-fatih membebaskan Konstantinopel?” Hmmph…. Kulihat kembali peta hidupku. Kira-kira 2-3 tahun lagi saya sudah harus kerja, punya rumah, lanjut S2 dan …. Menikah :).
PLACE I’D LIKE TO TRAVEL
Ana selalu senang belajar sejarah dan lihat gambar-gambar reruntuhan, sejak saat itu terbangun sebuah mimpi besar untuk mengunjungi tempat tersebut, menggali sejarahnya, berfoto di depannya sebagai kenang-kenangan dan yang lebih penting, up load ke Blog, nampilin di posting biar lu pade mupeng hi…hi…hi…:p
FAVOURITE PLACE
Pantai… pinggir pantai. Jika lagi punya banyak pikiran saya akan melakukan cukup satu hal. Ambil motor, lalu pergi menyendiri di pantai, melihat cakrawala, menggambar di pasir, membantu nelayan menarik pukat, merasakan angin menyapa wajah kemudian berteriak sekuat-kuatnya melawan deburan ombak. And amazing, suddenly my problem is gone… coba deh sekali-kali
FAVOURITE FOOD
Nasi goreng… ada sejarahnya nih kenapa gak pernah bosen makan nasi goreng. Ceritanya begini mbak… dahulu kala, ketika itu semua masih sederhana… alah kenapa jadi melankolis kayak gini.
Waktu kecil dulu ana sering hujan-hujan sambil main bola, eh pulang-pulang sudah demam dan masuk angin. Awalnya My mom mau marahin karena tadinya disuruh tidur siang. Tapi malah berubah jadi kasihan lihat anaknya mengigil. Sama ibu dibuatin nasi goreng kecap, lalu di atasnya ada telur mata sapi, butiran abon, irisan mentimun dan segelas susu. SUERR..!! nasi goreng tersebut adalah yang terenak dalam hidupku, sampai sekarang kalo makan nasi goreng, saya masih merasa anak kecil yang kedinginan habis hujan-hujan :)
FAVOURITE THING
Awal masuk kuliah gaptek banget sampai2 gak tahu operasikan computer, tapi setelah belajar saya langsung tahu I am in love at first sight. Sekarang jadi sering desain, utak-atik hardware, bikin blog en main game…sayang sampe sekarang belom punya cuman bisa minjem. Hiks…hiks…(T_T)
CITY I WAS BORN
G.O.W.A, sebuah kota tua bersejarah yang ditempuh 30 menit sebelah selatan Makassar. Bumi tumanurung tempat lahirnya pahlawan kebanggaan Sulawesi selatan, Sultan Hasanuddin. Wilayah yang dulunya terkenal dengan pelautnya namun sekarang tinggal prasasti karena semua wilayahnya dicaplok Makassar. Tapi alhamdulillah masih punya Malino yang jadi tujuan wisata dan tempat perundingan. Selain kemarin jadi tuan rumah “Festival keraton nusantara”
NICK NAME I HAD
Lentera... I’d like U to call me with that. Simbol Lentera sangat filosofis, bisa berarti pengorbanan demi penerangan. Jika kamu dalam kegelapan maka berhentilah mengutuknya, nyalakan lentera dan temukan jalan keluar. Selain itu bahwa lambang keperawatan adalah lentera, tokoh keperawatan Florence Nightingale setiap malam menyambangi pasiennya dengan membawa lentera. Cukup dengan melihat lenteranya pasien sudah merasa sembuh, tak heran kemudian dia digelari “The lady with the lamp” wanita pembawa lentera
FAVOURITE COLOUR
Tanyakanlah apa warna langit... maka jawabannya adalah biru, apa warna laut... biru. Biru yang kelihatan elegan, biru yang menenangkan. That’s why I love this color most. Tapi koq warna baju ana banyakan hitam ya?...
COLLEGE MAJOR
I am majoring in nursing departement. Menjadi perawat adalah hal mulia. Rela menunggui klien berjam-jam hanya untuk mendengarkan keluhannya adalah hal luar biasa. Berbakti dengan reward yang jauh dari layak pun sudah menjadi tradisi. Demi melihat senyum kesembuhan klien, seorang perawat mengambil resiko terkontaminasi penyakit menular yang ganas. Sayang perawat di negeri ini masih sering dilihat sebelah mata, masih sering dilecehkan. Bangkitlah perawat Indonesia, harapan itu masih ada !!
NAME OF MY LOVE
My Mom and Dad of Course... Those two great person has successfully fulfilled my live. Ayah telah mengajarkan bagaimana menjadi lelaki sejati, tanggung jawab, jujur, berani dan bijaksana, Sometimes I feel I Miss U so Much.
Ibu... wanita perkasa yang telah menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya. Ibu menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarga setelah ayah dipanggil Penciptanya. Dengan ketabahan luar biasa, tak pernah mengeluh, yang selalu bersujud di sela tidur malamnya demi menyusun bait permohonan bagi kesuksesan anaknya. Thank U Mom, U re the proud of me
HOBBY
Membaca... dengan membaca engkau akan menggenggam dunia, di tengah segala kompleksitas dan kecepatan perubahan dunia, kebutuhan membaca menjadi primer agar tetap bisa eksis. Rasulullah menerima wahyu pertama yang menyuruhnya membaca. Dan wahyu terakhir adalah kesempurnaan. Membaca agar engkau belajar. Belajarlah dengan membaca. Awalnya adalah pembelajaran dan akhirnya adalah kesempurnaan. Dengan membaca engkau
akan menjadi pribadi sempurna.
BAD HABBIT
Banyak sih... tapi terutama malas-malasan, sering menunda, nyantai, dan main game adalah hal yang paling berkontribusi memanjangkan masa studiku menjadi 5 tahun 4 bulan, padahal tinggal skripsi doang... tapi setelah semua penghalang kusingkirkan dan menginstall kata FOKUS dan KONSISTEN akhirnya semua bad habit bisa ku pecundangi... Ha....ha...ha...
WISH LIST
Yang terdekat adalah take free postgraduate scholarship then go abroad. Europe is my next destination. Bisa backpacking sambil keliling eropa seru kali ya? Terinspirasi dari karya fenomenal “Edensor”, thank you Andrea Hirata for making me “sang pemimpi”
Ibumu malaikatmu
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan
“Para Malaikat disini mengatakan bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia,
tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah”, Kata si bayi
Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat untukmu ia akan menjaga dan mengasihimu”
“Tapi di surga apa yang saya lakukan hanya bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia” demikian kata si bayi
Tuhan pun menjawab.
“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”
Si bayi pun bertanya kembali, “Dan apa yang saya dapat lakukan jika ingin berbicara kepada-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab. “Malaikatmu akan mengajari bagaimana cara kamu berdoa”
Si bayi masih belum puas, ia pun bertanya lagi.
“Tapi Tuhan, saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiku?”
Dengan penuh kesabaran, Tuhan pun menjawab.
“Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun”
Si bayi pun tetap belum puas dan tetap melanjutkan pertanyaannnya.
“Tapi saya akan bersedih karena tidak dapat melihatmu lagi”
Dan Tuhan pun menjawab. “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku
dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada dekat denganmu”
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi dengan suara lirih bertanya.
“Tuhan……biasakah engkau memberi tahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?”
Tuhan pun menjawab,
“Kamu dapat memanggil malaikatmu dengan sebutan ………
IBU..
Kenanglah ibu yang menyayangimu
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kamu pergi …
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..??
Ingatkah engkau ketika jemari Ibu lembut mengusap kepalamu ..??
…dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika melihatmu sakit..?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempatmu dibesarkan
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,
Ketika ibumu telah tiada….
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambutmu
Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia…
Yang ada hanya kamar kosong tiada penghuni
Yang ada hanya baju tergantung di lemari kamarnya
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata,….
Mendo’akanmu di setiap hembusan nafasnya
Kembalilah segera …
peluklah ibu yang selalu menyayangimu
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya
Ibu…maafkan aku
Sampai kapanpun jasamu tak akan mampu kubalas
dari berbagai sumber
Cinta tak lagi sebening embun
“Cinta itu seputih salju, secerah mentari dan sebening embun. Yang suci dan steril dari debu polusi dan industri”. Ujar-ujar itu tertulis di buku hariannya Joni. Agaknya, kalimat tersebut ditulisnya ketika masih duduk si bangku SMA, dua dasawarsa silam, soalnya sekarang ini cinta bukan lagi seperti embun pagi, tapi butiran hujan asam yang jatuh ke got. Kotor, bau dan penuh bakteri.
Sekarang ini peluk-cium bukan lagi ritual “keramat”, tapi bisa didapati di pojok-pojok kelas, di sudut telepon umum atau bahkan di Mal-Mal !!, persis seperti film-film Hollywood. Masalahnya, benarkah film-film itu terjadi atas dasar cinta bukan nafsu?
Ataukah cinta memang dapat dijadikan alasan untuk menghalalkan kesucian?.
Cinta memang butuh pengorbanan, tetapi apakah penyerahan tubuh dan mengorbankan kehormatan termasuk bagian dari itu?
Jika benar, Baguslah. Itu artinya kita telah menjadi Amerika baru.
Di saat era globalisasi sekarang dimana budaya “dalam”bersentuhan dengan budaya luar. Kalau ada orang yang tidak mau menerima budaya luar, tidak mau dicium, tidak mau dijamah, itu namanya kolot.
Seorang wanita dengan berbusana dengan bagian atas terbuka sehingga “perhiasan depannya” mencuat keluar bukan sesuatu yang langka.
Atau Seorang gadis yang dengan percaya diri bepergian dengan memakai Hot Pants pun berseliweran dijalan raya.
Busana ketat dengan pusar menyembul bisa kita jumpai dengan mudah di pusat keramaian dan kampus-kampus. Mereka, para gadis itu, sudah pasti tentunya bukan orang kolot. Mereka menyelaraskan kakinya dengan derap irama ‘globalisasi’ dan juga telah menceburkan diri dengan menyembah berhala ‘modernisasi’. Dan itu artinya kemajuan.
Ya, “Sebuah kemajuan di wilayah dada dan selangkangan tapi kemunduran di wilayah moral”. Begitu tulis Ari di catatan hariannya.
Rupanya Ari masih berdiri di lingkaran kekolotan. Baginya dunia itu adalah masa lalu. Lagipula pakaian kebaya yang dulunya dikenakan ibu-ibu dan anak gadisnya pun menonjolkan bagian tertentu bahkan ada yang sedikit transparan. Rupanya ia tidak peduli atau pura-pura tidak peduli.
“Kebaya memang menonjolkan bagian tubuh yang dari sananya sudah menonjol. Tapi ibu-ibu dan para gadisnya dulu memakai kebaya semata-mata karena tuntutan budaya, bukan dalam rangka memamerkan tubuhnya”. Tulis Ari lagi masih di catatan yang sama.
Dasar anak kolot !! Ia belum sadar juga bahwa busana minimalis, ketat atau transparan merupakan tuntutan zaman. Siapa coba yang sudi disebut kuno, Katro, wong deso? Ini Zaman Modern bung, zaman globalisasi.
“ITU SEMUA BUKAN TUNTUTAN ZAMAN, TAPI TUNTUTAN PRODUSEN PAKAIAN !!” pekik Ari di catatannya penuh emosi. “Mereka Para produsen tersebut, menggembar-gemborkan bahwa busana minimalis itulah yang sedang nge-trend. Sekali lagi itu bukan tuntutan zaman” lanjutnya lagi. “Di zaman yang marak pelecehan seksual dan perkosaan, bukankah pakaian yang tertutup dan sopan yang harusnya jadi tuntutan zaman? Ataukah para gadis sekarang akan marah jika tubuhnya dilecehkan namun di balik semua itu, jauh di sudut hatinya, ia tersenyum senang telah menjadi pusat perhatian?”. Tulis Ari lagi
Memang sulit berbicara dengan orang kolot, walau itu hanya lewat catatannya. Lebih baik membaca buku harian Joni: “Cinta itu seputih salju, secerah mentari dan sebening embun. Yang suci dan steril dari debu polusi dan industri”. Sebuah kalimat yang sangat indah yang mengambarkan masa lalu yang bening. Kalimat yang ditulisnya dua puluh tahun silam, dan kini tampaknya sudah usang….
Disadur dari Majalah Etnix
The special one
“Suatu saat kalian akan membebaskan Romawi” sabda Rasulullah, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim].
Di lain hadits disebutkan “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal]
Sejak saat Rasulullah mengeluarkan statemen itu Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah saw sebagai panglima terbaik dan tentara terbaik yang membebaskan Konstantinopel dari kekuasaan Romawi.
Sejarah menyebutkan, pasukan Islam yang pertama kali menyerbu Konstantinopel adalah pasukan yang dipimpin oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan saat pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib R.A pada tahun 34 H. Penyerangan berikutnya dilakukan oleh putranya Yazid pada 47 H, kemudian oleh Sufyan bin Aus pada tahun 52 H yang selanjutnya diikuti oleh Salma saat pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 97H.
Konstantinopel kembali diserbu selama pemerintahan Khalifah Hisham bin Abdul Malik pada 121 H dan serbuan terakhir selama pemerintahan Khalifah Harun Al Rashid pada 182 H. Upaya penyerbuan ini berhenti ketika pemerintahan Islam mulai melemah dan retak serta banyak mengalami rongrongan baik dari dalam maupun luar. Lemahnya pasukan Islam dan kuatnya pasukan Byzantium membuat semua upaya untuk menguasai Konstantinopel itu gagal.
Di masa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar Radhiyallahu ‘Anhu, Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan Romawi. Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur saat itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.
Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun, ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan Richard The Lion Heart dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota warisan Kaisar Heraklius bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan, keuletan dan tentunya, kekuatan yang mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.
Kurang lebih 800 tahun setelah Rasulullah menyampaikan Hadits tersebut barulah hal itu menjadi nyata, Dan ternyata Kesultanan Uthmany (Ottoman) yang berhasil menaklukkan Konstantinopel. Dialah Sultan Muhammad II sang Special One. Sosok yang telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah untuk merealisasikan hadits Muhammad saw . Siapa gerangan orang ini? Apa kelebihannya sehingga dia yang terpilih menjadi untuk membumikan hadits Rasulullah.?
Digembleng dalam asuhan seorang ulama bernama Syeikh Syamsuddin Al Wali dari Khurasan. Penuh dengan latihan mengekang hawa nafsu dan hidup susah sehingga Pangeran Muhammad menjadi seseorang yang berjiwa kuat dan tahan dalam menghadapi ujian. Beliau dididik memiliki cita-cita besar yaitu mengejawantahkan janji Tuhan melalui Rasulullah SAW: menaklukkan Konstantinopel.
Pada usia 19 tahun beliau naik tahta menggantikan ayahnya. Mulailah persiapan penaklukan dilakukannya. Beliau mendidik tentara dan rakyatnya agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Seluruh tentara dan rakyatnya dididik agar sanggup bangun malam dan merintih munajat pada Tuhan. Sebaliknya di siang hari mereka adalah singa-singa yang berjuang di jalan Allah. Beliau juga mengadakan operasi intelijen untuk membebaskan seorang ahli pembuat meriam dari penjara Romawi. Bersama para insinyurnya beliau membangun benteng, kapal-kapal perang dan meriam-meriam yang canggih untuk ukuran zaman itu. Suaranya saja mampu menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus. Sultan juga melibatkan para kaum cendekiawan dan para imam yang memiliki otoritas seperti Sheikh Alqourany, dan Sheikh Khisrawi, untuk memotivasi para tentara untuk berjihad.
Begitu tentara Islam mencapai dinding-dinding pertahanan kota, Sultan memerintahkan pasukannya untuk mengumandangkan adzan dan mendirikan shalat berjamaah. Demi menyaksikan 150 ribu pasukan Muslim shalat di belakang pemimpinnya dengan suara takbir yang menggema, pasukan Byzantium yang Kristen itu mulai kecut dan cemas. Mental mereka jatuh.
Konstantinopel kala itu merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan selat Golden Horn yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Di samping itu, dari daratan juga dijaga dengan pagar-pagar sangat kokoh yang terbentang dari laut Marmarah sampai selat Golden Horn. Memiliki satu menara dengan ketinggian 60 kaki, benteng-benteng tinggi yang pagar bagian luarnya saja memiliki ketinggian 25 kaki, selain tower-tower pemantau yang terpencar dan dipenuhi tentara pengawas. Dari segi kekuatan militer, kota ini dianggap sebagai kota yang paling aman dan terlindungi, karena di dalamnya ada pagar-pagar pengaman, benteng-benteng yang kuat dan perlindungan secara alami. dengan demikian, maka sangat sulit untuk bisa diserang apalagi ditaklukkan.
Setelah persiapan matang, dimulailah penyerbuan ke Konstatinopel. Perang yang hebat berkecamuk lebih satu bulan, belum juga tampak tanda-tanda kemenangan.Serangan demi serangan dilancarkan pasukan Ottoman, namun belum juga berhasil membongkar rapatnya pertahanan Konstantinopel tersebut .
Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Konstantinopel agaknya terlalu percaya diri dengan rintangan yang dibuatnya tersebut sehingga tidak mengawasi selat tersebut. Kini tinggal memikirkan cara supaya armada laut Turki Utsmani bisa melewati Golden Horn. Sampai akhirnya sebuah ide yang terdengar “bodoh” dikemukakan namun akhirnya dilakukan. Ide tersebut adalah memindahkan kapal-kapal perang yang berada di perairan Selat Bosporus ditarik melalui darat untuk menghindari rantai penghalang. Hanya dalam semalam 70-an kapal bisa memasuki wilayah perairan Golden Horn melalui jalur darat yang memiliki perbukitan yang tinggi dan terjal. (dari yang saya pernah baca teknisi menggunakan 2 buah gelondongan kayu yang diapit menjadi satu sehingga bagian bawah kapal yang lebih lancip bisa melewati celah antara gelondongan untuk mempermudahnya kayu2 diolesi minyak sehingga licin, susunan kayu2 itu membentuk jalur yang menghubungkan 2 laut yang berbeda).
Pada subuh pagi tanggal 22 April, penduduk kota yang lelap itu terbangun dengan suara pekik takbir tentara Islam yang menggema di perairan Tanduk Emas. Orang-orang di konstantinopel gempar, tak seorangpun yang percaya atas apa yang telah terjadi. Tidak ada yang dapat membayangkan bagaimana semua itu bisa terjadi hanya dalam semalam. Bahkan ada yang menyangka bahwa tentara sultan mendapat bantuan jin dan setan !!??.... Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan salah seorang ahli sejarah tentang Byzantium mengatakan:
“Kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung,”
Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" yang menggema di segala penjuru Costantinople telah memberikan serangan psikologis kepada penduduk kota itu. Semangat mereka terus luntur dengan ancaman demi ancaman dari pekikan takbir mujahiddin. Ketika ribut yang belum juga reda, penduduk Costantinople menyadari bahwa tentara Islam telah membuat terowongan untuk masuk ke dalam pusat kota. Ketakutan melanda penduduk sehingga mereka curiga dengan bunyi tapak kaki sendiri. Kalau-kalau tentara 'turki' keluar dari dalam bumi !!
Paginya, pada hari Selasa 29 Mei 1453 Konstantinopel takluk ke tangan tentara Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad. Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat gelar “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi saw.
Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata “Sang Penakluk” bahwa beliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih. Berasal dari kata: fataha - yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.
Pada hari itu, mayoritas penduduk Costantinople bersembunyi di gereja-gereja sekitar kota. Sultan Muhammad Al-Fatih berpesan kepada tentaranya supaya berbuat baik kepada penduduk Costantinople. Beliau kemudian menuju ke Gereja Aya Sofya yang ketika itu menjadi tempat perlindungan sejumlah besar penduduk kota. Ketakutan jelas terbayang di wajah masing-masing penduduk ketika beliau menghampiri pintu gereja. Salah seorang pendeta membuka pintu gereja, dan Sultan meminta beliau supaya menenangkan penduduk.
Selepas itu, Sultan Muhammad II meminta supaya gereja berkenaan ditukar menjadi masjid supaya Jumat pertama nanti bisa dikerjakan sholat jumat. Sementara gereja lainnya tetap seperti biasa. Para pekerja bertugas menanggalkan salib, patung dan menutupi gambar-gambar untuk tujuan sholat. Pada hari Jumat itu, Sultan Muhammad II bersama para muslimin telah mendirikan sholat Jumat di Masjid Aya Sofya.
Ketika akan diadakan shalat Jum’at untuk pertama kalinya, terjadi kebingungan dalam menentukan siapa yang menjadi imam. Sultan pun dengan lantang meminta seluruh tentaranya berdiri dan mengajukan pertanyaan: “Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggalkan shalat fardhu silakan duduk!” Tidak ada seorang pun yang duduk. Ini berarti seluruh tentara Sultan sejak usia baligh tidak pernah meninggalkan shalat fardhu.
Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggatkan shalat sunat rawatib silakan duduk!” Sebagian tentaranya masih tegak berdiri dan sebagian lagi duduk. Jadi sebagian tentara sultan sejak balighnya tidak pernah meninggalkan shalat sunat rawatib.
Kemudian Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud silakan duduk!” Kali ini seluruh tentara duduk. Yang tinggal berdiri hanya Sultan sendiri. Ternyata sejak usia baligh Sultan belum pernah meninggalkan shalat tahajud sehingga beliaulah yang paling pantas menjadi imam shalat Jum’at.
Memang benarlah kata Rasulullah SAW, “Mereka Sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik tentara dan sebaik-baik rakyat.” Subhanallah.
Disadur dari berbagai sumber
jalan cinta para pejuang
Di sana, ada cita dan tujuan
Yang membuatmu menatap jauh kedepan
Di kala malam begitu pekat
Dan mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih lincah melesat
Jauh melampaui ruang dan masa
Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
Lalu di sepertiga malam terakhir
Engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan mampu
Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang besar, tinggi dan bening
Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban
Menyeru pada iman
Walau duri merantaskan kaki
Walau kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah, sampai engaku payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
Di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
Nasi kuning surprise
Pagi di asrama Etos
“Ouchh…” Rasa pedih mulai menusuk di ujung processus xifoideus ku, produksi HCl meningkat pada organ Gaster, sebuah alarm biologis pertanda salah satu hirarki dasar Maslow harus ditunaikan. Makan !.
Kulirik sekitar, Erland masih menikmati dadar paginya, dan Fahmi baru saja selesai dengan menu sarapannya.
“Masih ada nasi nggak?” tanyaku
“Habis kak, ini yang terakhir nih” Jawab erland
“Yah…apes deh” desahku
Tak lama kemudian Eli masuk membawa bungkusan
“berapa harga Nasi kuningnya?”
“ 6000 “ kilah eli singkat
“Mahal juga” gumamku “Eh, belinya dimana”
“Tuh depan rumah” jawabnya singkat
“buruan kak, biasanya disana pembeli ngantri” sela Ikhsan tiba-tiba
“Iya makan aja dulu” pinta fahmi yang entah sudah berapa kali dia ingetin, dari tadi menunggu giliran ngenet soalnya
“Iya..iya, main noh kalo mau” ketusku
“Asik” Jawab Fahmi sumringah
Di warung nasi kuning
“Nasi kuningnya berapa mas?” tanyaku formalitas
“tergantung menunya mas kalo pake Ayam Rp. 6000 kalo pake Telur Rp. 5000” jawab seorang pria paruh baya
“Kalo nggak pake ayam nggak pake telur?” tanyaku :p
“tunggu sebentar mas ya” , mas tadi kemudian masuk warung bertanya ke istrinya
“Ora pake ayam, ora pake telor piro?”
“Empat ribu” terdengar suara dari balik bilik
“Empat ribu mas,
“gak usah pake ayam ato telur mas ya, Maklum lagi seret nih” cengengesan
“nanti istri saya yang layani ya” kata mas tadi sopan
“O.K” mengangguk
“Bungkus apa makan sini Mas?” Tanya si mbak
“Bungkus aja mbak”
“Tunggu bentar mas ya”
“Eh ada Koran nih” gumamku, sambil nunggu si mbak bungkus nasinya mending baca Koran
Apa nih berita hari ini? Mmmm… PSM kalah lagi… yah!!… trus BBM turun jadi Rp. 5500…
Lagi asik baca Koran tiba-tiba si mbak-nya muncul
“Mas, kalo lagi nggak punya uang makan saja dulu, nanti bayarnya belakangan” kata si mbak serius
“@#$??? ” BENGONG
“Iya mas saya tahu kok mahasiswa itu gimana, Cuma dapat kriman sekali sebulan kan?” si mas menambahi
“Bukan begitu maksud saya” PANIK,
“kok tiba-tiba jadi begini sih?” gumamku
“Ga papa kok mas, mahasiswa belakang juga kayak gitu” sambil nunjuk asrama sebelah
“Aduh mati dah gue”gumamku sambil megang jidat
Habis dapat nasinya saya buru-buru pergi dari warung itu, MALU BERAT. Padahal awalnya saya ngomong bahwa lagi seret cuman main-main, eh taunya si mas en si Mbak nanggapin serius
Belajar dari Ayyub
Sudah empat hari ini tubuhku memaksa berlama-lama di pulau kapuk . Mungkin ini flu terparah dalam sejarah hidupku. Biasanya kalau sudah mulai musim hujan, tubuh saya berespon dengan kontraksi otak (sakit kepala, red) selama sehari, malamnya disusul reaksi berlebih hipotalamus (demam, red) kemudian ditutup dengan overproduksi sekret di mukosa hidung (ingusan, red) paling lama seminggu. Paling banter di kasih Paracetamol atau Decolgen sudah cukup untuk kenyamanan istirahat.
Tapi kali ini?, Demam dan sakit kepala datang bersamaan, selama empat hari lagi (tersiksa banget kan?), terus malah gak ingusan? Saya terpapar virus varian baru kali ya? Tapi bukan flu burung lho !!, jadi kalo ente mau berpikir ngaco, sebaiknya buang jauh-jauh dari batok tengkorakmu karena gejala flu burung tidak seperti ini :p.
Saya coba melawannya dengan jurus Paracetamol, tapi gak mempan. Lalu Asam Mefenamat, masih gak ngaruh, DECOLGEN !! masih ngeyel juga (nih penyakit maunya apa sih?). Lalu kemudian saya pelajari jutsu baru “Demacolin” (ngambilnya di rak obatnya ETOS) dengan mengaktifkan bersamaan cakra Paracetamol, Pseudoefedrin HCl, Chlorpenamine maleate, dan Caffein. Awalnya saya ragu, ini obat cocok gak sih dengan saya, kira-kira kontraindikasinya apa? Saya kan dah coba Paracetamol tapi gak ngefek, mana ada Caffeinnya lagi, nanti gak bisa tidur en jantung berdebar dibuatnya. Tapi Bismillah, malam ini saya ingin tidur nyenyak. I’ll take that risk.
Alhamdulillah, malam ini saya tidur seperti bayi . Tapi besoknya si Flu nya masih kembali. Emang sih yang namanya flu gak ada obatnya, yang ada Cuma bersifat Simptomatik (meringankan gejala), makanya obat flu yang beredar beredar di pasaran mengatakan “Meredakan flu” dan bukan “mengobati Flu” karena flu disebabkan Virus.
Sholat di mesjid rasanya mau ambruk, setiap kali rukuk dan sujud rasanya kepala dijejali beban 1 ton. I’tidal dan bangkit dari sujud perasaan oleng ke kiri, sendi rasanya terkunci. Jadinya subuh hari ini penuh perjuangan, untung subuh Cuma dua rakaat, kalo kayak terawih? Mati ma’ mungkin kodong.
Sepanjang dua rakaat itu, subuhku ini jauh dari khusuk. Yang terjadi adalah gejala internalisasi atau percakapan dengan diri sendiri, tapi saya lebih senang menyebutnya dengan pertarungan Hak dan Bathil.
“Kamu lagi sakit, kayaknya sholat di rumah pun bisa dimaklumi” oceh bagian lain tubuhku santai.
“Maksudmu?” konfirmasi bagian lain
“Ya.. lihat saja keadaanmu?, kamu begitu tersiksa,”
“Jangan Manja kamu!!”
“Manja gimana? Jujur saja, sholatmu jauh dari khusuk, itukah persembahanmu kepada Tuhanmu? Kasihan…” lanjutnya masih bersusaha meyakinkan.
… Hening sejenak
“Misbah…, saya ingin kamu ingat nabi Ayyub, kamu tahu kisahnya kan? Deritanya? Bahkan dalam keadaan sakit pun tak menghalanginya berkhalwat dengan Tuhannya!!” ucapnya dengan serius dengan nada yang semakin meninggi.
“Alah… gak usah sok perfeksionis gitu, Look yourself man, You’re not a prophet!” sanggahnya, memotong pembicaraan tiba-tiba.
“Ini bukan soal perfeksionis atau bukan, tapi ini perintah sholat, ibadah spesial yang langsung dijemput nabimu di Arasy-Nya”tegasnya
“Catat, Saya nggak menyuruhmu meninggalkan sholat, tapi saya Cuma ingin kamu mengasihani dirimu sendiri, itu saja gak kurang gak lebih”bantahnya tidak kalah sengit
“Misbah, gak usah dengarkan dia. Kamu tahu apa permintaan Nabi Ayyub Ketika perniagaannya merugi? Anak-anaknya meninggal? Ketika ditinggalkan istrinya? ketika terkena penyakit sekujur tubuhnya?Dia tidak minta sembuh, yang dia minta adalah… yang diharapnya adalah… semoga penyakitnya tidak menyerang lidahnya yang bisa membatasinya menyebut Asma Allah”
Mataku mulai berkaca-kaca…
Si sinis pun terdiam, mungkin kehabisan akal,.
“Tidak inginkah kau seperti dia? Apa yang menimpamu belum apa-apa” si tulus masih menceramahiku
Lalu tiba-tiba “Assalamu alaikum warahmatullah..”
“Assalamu alaikum warahmatullah..” pak imam mengakhiri sholat shubuhnya.
Sejurus kemudian dengan lantunan merdu “Allahu akbar…Allahu akbar… Allahu akbar… La ilaha illallah huwallahu akbar… Allahu akbar walillahilhamdu” pak imam memimpin takbir ba’da shubuh yang memang masih suasana idul adha.
Gemuruh Takbir indah, menyibak fajar yang masih samar-samar.
Mendinginkan hati siapa saja yang mendengarkan.
Sebuah kalimat singkat namun bermakna besar, bahwa Dialah yang pantas merasa besar dan kita besarkan.
“Ya Allah… meskipun Sayyid Qutb mengatakan Sakit adalah istirahatnya para aktivis, tapi hamba yakin alpa di masjid bukan bagian dari itu”
“Ya Allah… ajarilahhamba seperti Ayyub-Mu, yang tak pernah mengeluh menghadapi ujian-Mu”
“Ya Allah… Hamba tidak ingin meminta kesembuhan dari-Mu karena hamba tahu, nikmat-Mu jauh lebih besar dari ujian-Mu”
“Hamba hanya ingin ujian-Mu menjadi menebus dosa dan kehilafan hamba kepada-Mu, olehnya itu Ya Allah…”
“Jadikanlah sabar terpatri di dada hamba, jadikanlah bahu ini kuat menghadapi cobaan-Mu, Ya Azis”
“Terimalah permintaan tulus hamba wahai dzat pemilik semesta alam”
